Create your own at MyNiceSpace.com
 
 
Saturday, February 10, 2007
RAMALAN BINTANG COKLAT FM


"Untuk yang berzodiak Scorpio. Keuangan… lagi bokek. Aktivitas… rada bermasalah dengan teman. Kesehatan… jangan keluar malam, virus flu siap menyerang. Asmara… Duh... yang lagi falling in love!" suara Cassi di Coklat FM.

Aku terus saja tenggelam dalam tugas yang deadline minggu ini. Sampai kudengar Cassi akan membacakan Sagitarius, bintangku. Kutinggalkan meja belajarku. Perlahan, aku mendekati radio untuk membesarkan volumenya.

"Bentar ya buat Sagi, setelah lagu Ruang Rindu dari Letto berikut ini!" kata Cassi.
"Yah!" kataku kesal. Dengan terpaksa kuinikmati lagu yang telah mengalun merdu. Kulirikkan mataku ke jendela. Mendung masih saja bergelayut pekat "Smoga hujan!" batinku lagi.

Saat lagu selesai, dengan cepat aku beranjak bangun dari ranjang dan duduk mendekati radio yang kutaruh disamping ranjang.

"Ok, sekarang simak baik-baik!" Tak kupedulikan masalah keuangan, aktivitas, dan kesehatan, karena yang ingin kudengar adalah masalah asmara.

"Asmara… Eh girls n boys, jangan hanya berani kirim surat aja, ngomong dari hati ke hati dong!" suara Cassi mulai berhenti saat lagu Astrid mengalun perlahan.

"Gile, cocok banget!" teriakku.
Tak kuteruskan tugas itu dan memilih kembali ke ranjang. Kurebahkan tubuh di sana. Perlahan, anganku kembali ke peristiwa tiga hari lalu. Aku, dengan penuh keberanian mengirim ungkapan hati ke seseorang yang istimewa. Otakku kembali mengingat tulisan yang kukirim, yang telah kuhafal di luar kepala:

Peristiwa lalu
Masih saja sisakan tanya di kalbu
Kubuang ego dan maluku
Karna kubenar ingin tahu
Apa yang buatmu
selalu tekuk wajahmu
saat melihatku
malukah kau, muak, atau marah
Karna ucap dan lakuku
Hingga kau tanggalkan muka ramahmu?
Kau harus tahu
Aku hanya ingin maafmu
Bila ada ucap dan lakuku
Yang buatmu beku
Tolong maafkan aku!
Maaf, bila kau lama menunggu
Kata maaf keluar dari mulutku
Smoga dapat kunikmati lagi keramahan
Dan senyum manismu
Yang selalu ku rindu

Senyumku merekah, membayangkan reaksinya saat membaca tulisan yang kukirimkan. Lamunan ini buyar saat kudengar suara mbak Tia dari luar.

"Tar, pinjem pensil dong!" Dengan enggan kubuka pintu. "Eh dengar Coklat FM nggak? bintangmu cocok tuh!".cerocos Mbak Tia.

"Apaan sih, Mbak Tia!" jawabku malu.
"Udah, hajar! Kalau mau seneng, emang butuh pengorbanan dan perjuangan!" kata mbak Tia lagi.

"Perasaan, Mbak mau pinjem pensil deh!" tanyaku penuh selidik. Lalu, kudengar suara tawa mbak Tia sebagai jawaban pertanyaanku. Dengan cepat kuserahkan salah satu pensil punyaku. "Bye... bye!" kudorong mbak Tia keluar kamar.

Sebelum menutup pintu sempat kulihat kerling mata mbak Tia. "Semangat, ya girl!" teriaknya bersamaan menutupnya pintu kamar.

Tak lama setelah kepergian Mbak Tia, kulangkahkan kaki keluar, kutuju telepon yang ada di bawah tangga, kupencet nomor telepon rumah "cinta pertamaku".

"Hallo!, Rizal ada?" tanyaku kaku saat di seberang kudengar suara seseorang menerima telepon.

"Ini Rizal, ibi siapa ya?" jawabnya ramah. Reflek jariku memencet salah satu tombol di telepon.

"Tut...tut.. tut... tuuuuuut…" Suara telepon terputus terdengar nyaring di telingaku. Kurasakan pedih dan kesal menjalari seluruh tubuh,"Mungkin lain waktu!" batinku menghibur diri.

Labels:

posted by diaz-diah @ 11:44 PM  
0 Comments:
Post a Comment
<< Home
 
 
Anda pengunjung ke...
    Get free counter at Cgi2yoU.com
What time is it?
It's me...
    Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket
about me
Name:
Location: Surabaya, Jawa Timur, Indonesia

g cantik tapi maniez ; keras kepala tapi baEk haTi ;loLa tapi pIntEr; NarSis n moody

My Article
Archives
Links
Your Messages
    Name :
    Web URL :
    Message :
    :) :( :D :p :(( :)) :x
My pet
Template by
Free Blogger templates